Tasharruf

Donasi

Siswa Yatim Piatu

Pendidikan adalah salah satu hak bagi semua warga negara Indonesia. Sedikit rezeki yang anda bagikan adalah kebahagiaan tak terkira bagi mereka

Donasi Sekarang
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Medecins du Monde Jane Addams reduce child mortality challenges Ford Foundation. Diversification shifting landscape advocate pathway to a better life rights international. Assessmen

Donate Now

Sedekah adalah pahalanya tiada berputus. Mari Berbagi

  • Bersedekah membuat kita bahagia.

  • Bersedekah membuat badan lebih sehat.

  • Bersedekah meningkatkan kerjasama dan koneksi/jaringan sosial

  • Bersedekah meningkatkan rasa syukur

  • Bersedekah itu menular

Info Terbaru

Monday, November 11, 2019

Kembali Menjadi Pimpinan, Zanuar Riza Siap Lanjutkan Kepengurusan Ansor Gedangan


Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor Gedangan telah selesai dilaksanakan pada hari Ahad (10/11) kemarin pukul 17.00 waktu setempat. Kegiatan tersebut berakhir dengan dipilihnya kembali H. Zanuar Riza sebagai ketua PAC GP Ansor Gedangan masa khidmat 2019-2021.

Terpilihnya Zanuar Riza (38) sebagai ketua PAC GP Ansor Gedangan masa khidmat 2019-2021 melalui proses aklamasi. Pasalnya, 14 dari 15 Pimpinan Ranting GP Ansor se-kecamatan Gedangan merekomendasikan nama Zanuar Riza sebagai calon ketua. Sedangkan 1 ranting lainnya merekomendasikan nama Misbakhul Munir sebagai kandidat lainnya. Maka secara otomatis Zanuar Riza kembali menjabat sebagai ketua PAC GP Ansor Gedangan masa khidmat 2019-2021 setelah proses demisioner.

Direkomendasikannya nama Zanuar Riza oleh hampir seluruh ranting karena kinerjanya yang baik sebagai ketua PAC GP Ansor Gedangan periode 2017-2019. Dan hal itu di luar dugaan Zanuar Riza. Sebab, pria asal desa Wedi kecamatan Gedangan itu telah menyampaikan pada seluruh pimpinan ranting supaya melakukan kaderisasi dan regenerasi pada PAC GP Ansor Gedangan melalui pergantian ketua dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab).

"Padahal sudah saya sampaikan, jika kaderisasi dan regenerasi penting untuk keberlanjutan organisasi ini. Tapi ternyata para pimpinan ranting Ansor bersatu dan mendapuk saya kembali. Semoga pilihan mereka tidak salah," ujar Zanuar Riza.

Menyikapi amanah yang kembali diberikan, Zanuar Riza mengingatkan kepada seluruh kader terutama para pengurus PAC Ansor Gedangan, jika dirinya akan lebih tegas dan "galak" dalam memimpin ke depan. Berbagai program yang sukses terlaksana kiranya tak perlu dibanggakan, dan berbagai kekurangan diperbaiki. Dirinya juga berharap, jika kembali menjadi ketua, supaya para kader dan pengurus PAC Gedangan tidak kian melemah kinerjanya namun justru kian meningkat. Ia juga berterimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan, dan atas partisipasi semua pihak pada periode sebelumnya hingga terselenggaranya Konferancab 2019.

Gedangan, 11 Nopember 2019

Bagus Sudjatmiko

Akhiri Masa Khidmat, PAC GP Ansor Gedangan Laksanakan Konferancab


Berakhirnya periode kepengurusan PAC GP Ansor Gedangan pada tahun 2019 ini, membuat para pengurusnya segera berbenah. Mereka melaksanakan Konferensi Anak Cabang Gedangan pada hari Ahad, (10/11) di GOR Soerokromo desa Semambung kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Acara yang diselenggarakan mulai Ahad pagi dan rencananya selesai pada sore hari tersebut diikuti oleh 4 orang delegasi tiap ranting dari 15 desa se-kecamatan Gedangan. Serta dihadiri oleh Forkopimka, perwakilan MWC NU Gedangan, banom, dan para tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Konferancab, Ali Mahrus (37) mengatakan, bahwa kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk tertib administrasi sesuai PD/PRT-PO GP Ansor. Dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) PAC GP Ansor Gedangan masa khidmat 2017-2019. Serta memilih nahkoda baru periode berikutnya. "Kami berharap bisa memperoleh pemimpin baru yang lebih baik, dan dapat melanjutkan estafet perjuangan yang telah ada," imbuhnya.

Sementara itu ketua PAC GP Ansor Gedangan yang saat ini masih menjabat, Zanuar Riza (38) ketika dikonfirmasi juga menyampaikan bila dirinya berharap dapat mencari sosok pemimpin periode berikutnya. Ia dan jajaran pengurusnya telah bekerja keras selama dua tahun sejak 2017-2019, namun masih terdapat beberapa kekurangan program yang belum terlaksana.

Meski terdapat wacana untuk kembali menjadi ketua, Zanuar Riza lebih suka jika ada kader yang menjadi pemimpin baru masa khidmat 2019-2021. "Kader Ansor Gedangan sudah banyak, dan baik kualitasnya. Sehingga perlu adanya kaderisasi dan regenerasi dalam berorganisasi," tuturnya.

Selain pelaksanaan konferensi, PAC GP Ansor Gedangan juga telah melaksanakan kegiatan lainnya sebagai acara Pra-Konferensi beberapa waktu yang lalu. Seperti ziarah makam auliya', lomba Akreditasi, Gowes Kirab Santri, serta lomba paduan suara dan khotib.

Gedangan, 10 Nopember 2019
(Bagus Sudjatmiko)

Tuesday, November 5, 2019

Tingkatkan Kompetensi Kader Melalui Pelatihan Jurnalis


PAC GP Ansor kecamatan Gedangan sebagai salah satu Banom MWC NU Gedangan, sangat peduli dengan kompetensi kader. Karena di zaman milenial ini, kader Ansor tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi dengan baik, namun juga pandai ber-administrasi dengan baik pula.

Mengingat peran penting itulah, PAC GP Ansor Gedangan mendelegasikan dua kadernya, Muhsin Ridlo dan Bagus Sudjatmiko dalam Pelatihan Jurnalisme Digital NU Milenia. Sehingga kader Ansor diharapkan tidak hanya unggul dalam gerakan, namun juga harus handal dalam tulisan.

Acara tersebut diselenggarakan oleh PC LTN NU bekerjasama dengan NUCARE LAZISNU Sidoarjo pada hari Ahad (3/11) kemarin, dan bertempat di Aula Kantor PCNU Sidoarjo. Acara itu dimulai pada Ahad pagi dan selesai hingga sore hari.

Pelatihan jurnalistik kali ini sejatinya adalah Diklat lanjutan dari pelatihan yang dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya oleh NUCARE LAZISNU Sidoarjo. Hanya saja kali ini penyelenggara utamanya adalah PC LTN NU Sidoarjo. Sementara NUCARE LAZISNU Sidoarjo sebagai penyelenggara _back-up_, sebagaimana yang dituturkan oleh Yulirianto (43), salah satu panitia dan pengurus NUCARE LAZISNU Sidoarjo. "Sedangkan untuk para peserta, kami dari LAZISNU Sidoarjo mengikutsertakan para alumni diklat jurnalistik sebelumnya, sebagai diklat lanjutan yang perlu diikuti para alumni. Serta mengajak para kader dari Banom NU lainnya yang didelegasikan oleh MWC NU setempat sebagai peserta," tambah Yulirianto.

Kegiatan kali ini diikuti oleh lebih banyak peserta daripada diklat sebelumnya. Dan dihadiri beberapa wartawan dan penulis senior sebagai pemateri, seperti M. Subhan, Yupiter Sulifan, Rofii Boenawi, dan banyak lagi. Pada acara tersebut juga pembagian sertifikat Diklat Jurnalistik sebelumnya dan trofi para juara kegiatan Hari Santri Nasional Sidoarjo 2019.

Dengan pendelegasian kader dalam pelatihan jurnalistik, diharapkan mampu mendongkrak potensi kinerja mereka dalam dunia tulis menulis, selain dalam aktivitas tindakan dunia struktural organisasi.

(Bagus Sudjatmiko)

Rumah Warga Kebakaran, YDSNU Salurkan Bantuan

Tim YDSNU menyalurkan bantuan kepada Nisful Laili (tengah) langsung di area bekas kebakaran (3/11).
Musibah kebakaran menimpa keluarga Nisful Laili (40), warga RT 01 RW 02 desa Keboan Anom kecamatan Gedangan Sidoarjo. Rumahnya habis dilahap si jago merah pada Sabtu (2/11) karena korsleting listrik. Akibat kejadian itu, rumah korban hanya tersisa rangka tembok bangunan dan teras depan. Beruntung tidak ada korban jiwa. Suwandi (64), ayah dari Nisful Laili beserta Hidayatur Romadhani (11), putra Nisful Laili berhasil selamat.

Menindaklanjuti peristiwa itu, tim Yayasan Dana Sosial Nurul Ummah (YDSNU) mengunjungi lokasi pada hari Ahad pagi usai kejadian (3/11). Tim YDSNU yang hadir pada saat kunjungan dikoordinir langsung oleh ketua YDSNU, Achmad Muzayyin (40) dan H. Zanuar Riza (38) ketua PAC GP Ansor Gedangan, serta beberapa pengurus YDSNU dan pengurus PAC GP Ansor Gedangan yang lainnya.

Saat kunjungan, tim YDSNU ditemui langsung oleh korban, Nisful Laili beserta sanak kerabatnya. Tim YDSNU juga turun meninjau lokasi kebakaran yang hangus dilalap api. Serta memberikan uluran bantuan kepada Nisful Laili dan keluarganya.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan alumni IPNU Gedangan dan YDSNU, yang selalu istiqomah berjuang untuk umat. Semoga ikatan persaudaraan kita tetap terjalin selamanya," ujar Nisful terharu.

Rumah Korban Nisful Laili di Desa Keboan Anom kecamatan Gedangan yang terbakar api pada Sabtu (2/11). Hanya tersisa tembok bangunan dan teras depan
Ketua YDSNU, Achmad Muzayyin menuturkan jika Nisful Laili adalah rekanitanya saat sama-sama menjadi ketua PAC IPNU-IPPNU Gedangan tahun 2000-an silam. Selain memberikan bantuan tasharruf berupa uang, Achmad Muzayyin menjelaskan YDSNU juga akan membantu secara material untuk dapat membangun rumah Nisful yang telah terbakar. Dan membantu keluarga Nisful untuk dapat mengaktifkan perekonomiannya kembali. "Kami (YDSNU) akan selalu ingat dan membantu warga seperjuangan khususnya, juga sepenuh hati melayani umat secara umumnya," tambah Muzayyin.

Yayasan Dana Sosial Nurul Ummah (YDSNU) adalah lembaga sosial penghimpun dan penyalur Zakat, Infak, Shodaqoh (ZIS) yang didirikan oleh para alumni IPNU dan Kader Penggerak NU kecamatan Gedangan pada 10 Nopember 2014. Achmad Muzayyin yang saat ini menjabat sebagai ketua dan salah satu pendiri YDSNU, merupakan alumni ketua PAC IPNU Gedangan dan instruktur wilayah Kader Penggerak NU.

(Bagus Sudjatmiko)

Monday, April 23, 2018

Rindu Ramadhan, masihkah?


Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh umat Islam. Bukan hanya umat Islam tetapi juga umat lain yang merasakan dampak berkahnya bulan mulia ini.

Bisa dipastikan saat bulan Ramadhan tiba, hampir semua komoditas perdagangan mengalami kenaikan permintaan. Selain itu, akan bermunculan orang-orang yang memanfaatkan momen-momen dalam bulan ini seperti Buka Puasa dan Sahur. Betapa banyak warung dan restoran yang menyediakan kebutuhan umat muslim di momen tersebut. Belum lagi di momen hari raya Idul Fitri dimana masyarakat berbondong-bondong untuk meramaikan kampung dan desa yang mereka tinggalkan karena keseharian yang dilakukan di kota.

Begitu banyak hal-hal yang membuat bulan ini dirindukan. Lalu, apa yang terjadi jika ternyata kedatangan bulan ini hanya pembawa kabar gembira yang berbicaranya tentang keuntungan berupa uang dan peluang semata?

Allah SWT melalui Muhammad SAW menyampaikan bahwa akan banyak ditemukan orang-orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga belaka.

Siapakah orang-orang tersebut? Disebutkan dalam beberapa tafsir/ahli hadis bahwa orang-orang yang hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga adalah orang-orang yang melakukan puasa secara lahiriah. Menahan makan dan minum. Mereka tidak menahan diri dari perkara selain makan dan minum seperti ghibah, berkata bohong, tidak menjaga mata atau pandangan, tidak menjaga telinga, tidak menjaga hati dan membiarkan waktu-waktu di bulan mulia ini dengan hanya tidur dan aktivitas yang jauh dari ibadah.

Sedangkan para ulama menyampaikan bahwa sungguh bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia daripada 1000 bulan. Bulan Ramadhan ini adalah bulan satu-satunya yang hanya ada untuk umatnya Nabi Muhammad SAW. Bulan yang khusus diberikan oleh Allah SWT karena kasih sayang-Nya kepada umat Muhammad SAW yang memang diciptakan berumur pendek, lebih pendek daripada umur dari uma-umat Nabi yang lain. Di bulan Ramadhan ini juga waktu dimana Kitab Al Quran ditutunkan pertama kali oleh Jibril AS.

Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 183 tentang puasa yang hampir semua dari kita tahu dan hafal, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa".

Sejatinya puasa adalah sarana untuk melatihkan dan menguatkan ketaqwaan. Allah SWT mendesain rencana yang begitu sempurna dengan memberikan perintah puasa kepada umat manusia (manusia yang menyatakan beriman).

Bulan puasa merupakan bulan penuh dengan latihan bserta dengan hikmah yang luar biasa. Kesan yang luar biasa inilah yang menjadi motor semangat untuk menunggu-nunggu datangnya bulan mulia ini. Oleh karena itu, saat bulan Ramadhan datang, bagaimana perasaan kita? Biasa saja? Atau ada kerinduan yang membuncah saat mendengar kabar bahwa Ramadhan akan datang dan kesedihan yang begitu mendalam saat Ramadhan akan berangsur bergeser ke bulan Syawal. Bahkan indikator ini bisa menjadi bahan evaluasi diri kita apakah iman kita mampu membuat rasa rindu ini muncul?

Thursday, November 16, 2017

Islam: Mensyukuri Kemerdekaan

Tujuh puluh dua (72) tahun Indonesia merdeka dan tetap utuh sebagai bangsa dan Negara. Meski masih terdapat kekurangan dalam berbagai bidang, pendidikan, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya, namun tidak mengurangi rasa syukur kita sebagai bangsa merdeka.

Rasa syukur ini pula yang dicontohkan oleh The Founding Fathers, para pahlawan dan ulama di masa awal-awal kemerdekaan sebagaimana tercantum secara jelas dalam alenia ketiga Pembukaan UUD ’45:

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Penggalan UUD Pembukaan UUD ’45 merekam secara jelas kesadaran para pendahulu bangsa atas nikmat kemerdekaan. Sebab itu, sebagai generasi penerus tentu selayaknya meneladani sikap bijak mereka seiring pesan al-Qur’an:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (إبراهيم: 7)

“Dan ketika Tuhan kalian memberi izin (memberi tahu): “Sungguh andaikan kalian bersyukur atas nikmat, niscaya akan Aku tambahkan kepada kalian; dan bila kalian mengingkarinya maka sungguh azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)

Merujuk Ibrahim bin ‘Umar al-Biqa’ (809-885 H/1406-1480 H), pakar tafsir asal Syiria, maksud nikmat yang disinggung dalam ayat adalah nikmat keamanan yang harus disyukuri agar semakian bertambah aman. Dalam Nazm ad-Durar (IV/172) terang-terangan al-Biqa’i menuturkan:

لَمَّا ذَكَرَهُمْ بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ رَغَّبَهُمْ فِيمَا يُزِيدُهُمْ وَرَهَّبَهُمْ مِمَّا يُزِيلُهَا.

“Ketika Allah telah menyebutkan nikmat keamanan kepada bani Israil (kaum Nabi Musa As), maka Allah menganjurkan perbuatan-perbuatan yang dapat menambahkannya dan memperingatkan mereka dari melakukan hal-hal yang dapat menghilangkannya.”

Dari sini menjadi terang, implementasi nyata pengamalan Islam, baik secara personal bagi inividu muslim maupun secara kolektif umat Islam sebagai bagian besar dari elemen bangsa adalah dengan mensyukuri nikmat aman dan kemerdekaan bangsa, melakukan berbagai aktifitas yang kontributif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa secara lebih luas sesuai bidangnya.

Karenanya, segala iktikad, ucapan, tulisan, maupun aktifitas anak bangsa yang bertentangan dengan upaya mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa, menanam benih-benih radikalisme, memancing kerusuhan, merusak moral generasi penerus bangsa dan mengganggu stabilitas nasional, terlebih yang dilakukan secara massif dan sistematik, tidak boleh dibiarkan dan harus terus dilawan. Wallahu a’lam.

Sumber Bacaan:
Ibrahim bin ‘Umar al Biqa’i, Nazm ad Durar fi Tanasub al Ayat wa as Suwar, (Bairut: Dar al Kutub al ‘Ilmiyyah, 1415 H), IV/172.

Sumber: https://aswajamuda.com/islam-mensyukuri-kemerdekaan/

Perintah dan Makna Zakat dalam Islam


Seluruh umat Islam yang sudah dewasa pasti mengenal zakat, yakni suatu ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT atas setiap Muslim yang mampu. Tujuannya untuk pengentasan kemiskinan, bentuk kepedulian sosial, dan sebagai wujud bakti kepada Allah atas harta yang dimiliki agar harta tersebut menjadi bersih dan suci (zakiyyun).

Dan, pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Adz-Dzariyat [51]: 19). Karena itu, banyak sekali ayat Alquran yang memerintahkan umat Islam untuk senantiasa menolong fakir miskin dengan memberikan atau menafkahkan sebagian yang dimiliki.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya, doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah [9]: 103).

Perintah berzakat ini juga terdapat dalam Surah Al-Baqarah [2]: 3, 110, 177; Ali Imran [3]: 180; An-Nisa’ [4]: 37; Al-Maidah [5]: 12, 55; Al-An’am [6]: 141; At-Taubah [9]: 5, 11, 18, 34, 71, dan 103; Maryam [19]: 13; Al-Hajj [22]: 78; An-Nur [24]: 21; Al-Ahzab [33]: 33; Al-Fushilat [41]: 7; Al-Mujadalah [58]: 13; Al-Ma’arij [70]: 24 dan 25, serta masih banyak lagi ayat lainnya.

Makna zakat

Secara bahasa, kata zakat berarti suci, berkembang, dan berkah. Dalam surah Maryam [19] ayat 13, digunakan kata zakat dengan arti suci. Kemudian, dalam surah An-Nur [24] ayat 21 menggunakan kata zaka yang berarti bersih (suci) dari keburukan dan kemungkaran.

Surah At-Taubah ayat 103 menggunakan kata tazakki dengan arti menyucikan dan dapat berarti menyuburkan dan mengembangkan karena mendapat berkah dari Allah.

Menurut istilah fikih, zakat berarti harta yang wajib dikeluarkan dari kepemilikan orang-orang kaya untuk disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan aturan-aturan yang telah ditentukan dalam syariat.

Dalam Islam, zakat baru disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah. Meskipun dalam Alquran, khususnya ayat-ayat yang diturunkan di Makkah (Makkiyah), zakat sudah banyak disinggung. Namun, secara resmi baru disyariatkan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.

Sumber: khazanah.republika.co.id