Monday, April 23, 2018

Rindu Ramadhan, masihkah?


Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh umat Islam. Bukan hanya umat Islam tetapi juga umat lain yang merasakan dampak berkahnya bulan mulia ini.

Bisa dipastikan saat bulan Ramadhan tiba, hampir semua komoditas perdagangan mengalami kenaikan permintaan. Selain itu, akan bermunculan orang-orang yang memanfaatkan momen-momen dalam bulan ini seperti Buka Puasa dan Sahur. Betapa banyak warung dan restoran yang menyediakan kebutuhan umat muslim di momen tersebut. Belum lagi di momen hari raya Idul Fitri dimana masyarakat berbondong-bondong untuk meramaikan kampung dan desa yang mereka tinggalkan karena keseharian yang dilakukan di kota.

Begitu banyak hal-hal yang membuat bulan ini dirindukan. Lalu, apa yang terjadi jika ternyata kedatangan bulan ini hanya pembawa kabar gembira yang berbicaranya tentang keuntungan berupa uang dan peluang semata?

Allah SWT melalui Muhammad SAW menyampaikan bahwa akan banyak ditemukan orang-orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga belaka.

Siapakah orang-orang tersebut? Disebutkan dalam beberapa tafsir/ahli hadis bahwa orang-orang yang hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga adalah orang-orang yang melakukan puasa secara lahiriah. Menahan makan dan minum. Mereka tidak menahan diri dari perkara selain makan dan minum seperti ghibah, berkata bohong, tidak menjaga mata atau pandangan, tidak menjaga telinga, tidak menjaga hati dan membiarkan waktu-waktu di bulan mulia ini dengan hanya tidur dan aktivitas yang jauh dari ibadah.

Sedangkan para ulama menyampaikan bahwa sungguh bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia daripada 1000 bulan. Bulan Ramadhan ini adalah bulan satu-satunya yang hanya ada untuk umatnya Nabi Muhammad SAW. Bulan yang khusus diberikan oleh Allah SWT karena kasih sayang-Nya kepada umat Muhammad SAW yang memang diciptakan berumur pendek, lebih pendek daripada umur dari uma-umat Nabi yang lain. Di bulan Ramadhan ini juga waktu dimana Kitab Al Quran ditutunkan pertama kali oleh Jibril AS.

Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 183 tentang puasa yang hampir semua dari kita tahu dan hafal, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa".

Sejatinya puasa adalah sarana untuk melatihkan dan menguatkan ketaqwaan. Allah SWT mendesain rencana yang begitu sempurna dengan memberikan perintah puasa kepada umat manusia (manusia yang menyatakan beriman).

Bulan puasa merupakan bulan penuh dengan latihan bserta dengan hikmah yang luar biasa. Kesan yang luar biasa inilah yang menjadi motor semangat untuk menunggu-nunggu datangnya bulan mulia ini. Oleh karena itu, saat bulan Ramadhan datang, bagaimana perasaan kita? Biasa saja? Atau ada kerinduan yang membuncah saat mendengar kabar bahwa Ramadhan akan datang dan kesedihan yang begitu mendalam saat Ramadhan akan berangsur bergeser ke bulan Syawal. Bahkan indikator ini bisa menjadi bahan evaluasi diri kita apakah iman kita mampu membuat rasa rindu ini muncul?

0 comments:

Post a Comment